Desnita Utami
S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN HIGIENE SANITASI PASAR TALANG BANJAR KOTA JAMBI TAHUN 2025 Desnita Utami; Fajrina Hidayati; Muhammad Rifqi Azhary; Oka Lesmana S
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58185

Abstract

Pasar tradisional merupakan fasilitas publik dengan intensitas aktivitas ekonomi dan interaksi sosial yang tinggi sehingga berpotensi menjadi media penularan penyakit apabila penerapan higiene dan sanitasi tidak dilakukan secara optimal. Kondisi lingkungan pasar yang kurang bersih, pengelolaan limbah yang belum memadai, serta perilaku pedagang yang belum higienis dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan dan foodborne disease. Berdasarkan hasil E-Monev Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2024, Pasar Talang Banjar dikategorikan sebagai pasar yang belum memenuhi standar kesehatan minimum sehingga memerlukan penanganan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan higiene dan sanitasi di Pasar Talang Banjar tahun 2025. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap pedagang, pengelola pasar, dan petugas terkait, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik higiene pedagang masih rendah. Aspek sanitasi juga belum memenuhi standar, terlihat dari pengelolaan sampah yang belum optimal, kondisi drainase yang kurang terpelihara, kebersihan toilet yang belum memadai, serta keterbatasan sarana air bersih dan fasilitas cuci tangan. Selain itu, ditemukan penumpukan sampah di tempat penampungan sementara dan keberadaan vektor penyakit. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan pedagang, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kurangnya pengawasan pengelola pasar. Diperlukan perbaikan sarana sanitasi, edukasi pedagang, dan penguatan pengawasan untuk mewujudkan pasar yang bersih, sehat, dan aman.