Ulfa Estarina
S1 Kebidanan, Fakultas Kebidanan, Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI LANSIA DI PUSKESMAS BABAT TOMAN Fania Anyke Putri; Ulfa Estarina; Zilfi Yola Pitri; Yeltra Amri; Cici Masni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58211

Abstract

Hipertensi atau bisa disebut sebagai "the silent killer" masih menjadi masalah kesehatan utama pada lansia karena risiko komplikasi kardiovaskular yang tinggi. Di wilayah kerja Puskesmas Babat Toman, prevalensi hipertensi pada lansia menunjukkan angka yang signifikan, namun faktor-faktor yang paling memengaruhi kejadian tersebut perlu diidentifikasi lebih lanjut untuk intervensi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Babat Toman tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di wilayah kerja Puskesmas Babat Toman, dengan sampel sebanyak 76 responden (menggunakan teknik purposive sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah secara langsung menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariat menggunakan uji Chi-Square α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat keturunan (p = 0,001), kebiasaan merokok (p = 0,004), konsumsi garam (p = 0,002), dan obesitas (p = 0,005) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Faktor yang tidak berhubungan secara signifikan adalah jenis kelamin (p = 0,120),  Riwayat keluarga dan pola hidup (merokok serta konsumsi garam) merupakan faktor dominan yang memicu hipertensi pada lansia. Puskesmas disarankan untuk meningkatkan program Prolanis dan edukasi gizi spesifik mengenai pembatasan asupan natrium dan penghentian rokok pada kelompok lansia.