Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang prevalensinya terus meningkat secara global dan nasional. Di Sulawesi Utara, Kota Manado mencatat prevalensi DM tertinggi sebesar 3,45%. Kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan ini sering kali memicu masalah psikologis pada penderitanya, terutama kecemasan. Terapi akupresur sebagai pengobatan komplementer dengan stimulasi titik meridian diyakini dapat merangsang hormon endorfin dan serotonin untuk menciptakan relaksasi dan menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi akupresur terhadap tingkat kecemasan pada penderita Diabetes Melitus di wilayah kerja Puskesmas Wenang Kota Manado. Desain penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment dengan rancangan one group pre-test and post-test. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 responden teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan SOP Teknik Akupresur. Penelitian dilaksanakan selama 3 minggu dan Analisis data menggunakan uji statistik Paired Sample t-test. Hasil penelitian di dapatkan nilai rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi (pre-test) adalah 22.80 (kecemasan sedang) dan nilai rata-rata skor kecemasan sesudah intervensi menurun menjadi 17,52 (kecemasan ringan). Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi akupresur terhadap penurunan tingkat kecemasan. Kesimpulan dalam penelitian ini terapi akupresur efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada penderita Diabetes Melitus dengan pemberian sesuai SOP selama 3 minggu. Kesimpulan Terapi ini dapat dijadikan sebagai intervensi non-farmakologis mandiri bagi penderita DM untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis dan membantu stabilitas kondisi fisiologis mereka.