Fajrina Hidayati
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI DESA TENAM UPTD PUSKESMAS TENAM KABUPATEN BATANGHARI Muhammad Rizky; Fajrina Hidayati; Oka Lesmana S; Vinna Rahayu Ningsih
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Tenam wilayah kerja UPTD Puskesmas Tenam Kabupaten Batanghari tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional dan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian sebanyak 220 balita dengan jumlah sampel 47 balita yang diperoleh menggunakan rumus Lemeshow dan dipilih dengan teknik simple random sampling. Variabel independen meliputi kadar PM₂.₅ udara rumah, suhu udara rumah, kelembaban udara rumah, aktivitas perokok serumah, penggunaan obat anti nyamuk, dan luas ventilasi rumah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian ISPA pada balita. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, serta pengukuran lingkungan menggunakan Particulate Dust Meter DAZ-400 dan roll meter. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% serta perhitungan Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kadar PM₂.₅ udara rumah (p<0,001), suhu udara rumah (p=0,023), dan aktivitas perokok serumah (p=0,013) dengan kejadian ISPA pada balita. Sementara itu, kelembaban udara rumah, penggunaan obat anti nyamuk, dan luas ventilasi rumah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian ISPA pada balita. Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Tenam adalah kadar PM₂.₅ udara rumah, suhu udara rumah, dan aktivitas perokok serumah. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian kualitas udara dalam rumah dan peningkatan perilaku hidup sehat untuk mencegah kejadian ISPA pada balita.