Vivin Nur Hafifah
S1 Ilmu Keperawatan, Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN SCABIES DAN PERSONAL HYGIENE PADA SANTRIWATI DENGAN KEJADIAN SCABIES DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID Siti Jiyadatun Nafi'ah; Husnul Khotimah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58259

Abstract

Penyakit kulit seperti scabies merupakan masalah kesehatan global yang masih sering terjadi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Scabies disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Di lingkungan dengan kepadatan tinggi seperti pondok pesantren, risiko penularan scabies menjadi lebih tinggi karena minimnya pengetahuan santri mengenai cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menjaga personal hygiene, yang menjadi faktor utama dalam penyebaran scabies. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan scabies dan personal hyiene dengan kejadian scabies pada santriwati. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan populasi para santriwati dipondok pesantren nurul jadid yang berjumlah 2974 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 352 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebar kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji bivariat dengan Chi-Square. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren nurul jadid pada bulan januari 2025. Tingkat pengetahuan berhubungan dengan kejadian scabies pada santriwati dengan P value : (0,000) dan personal hygiene berhubungan dengan kejadian scabies pada santriwati dengan P Value (0,000). semakin rendah tingkat pengetahuan tentang scabies dan personal hygiene maka semakin tinggi angka kejadian scabies pada santriwati, oleh karna itu diharapkan bagi pihak pondok untuk mencegah penularan scabies, maka perlu meningkatkan pengetahuan tentang scabies dan personal hygiene pada santriwati.
PENERIMAAN PERAWAT DALAM PENDOKUMENTASIAN KEPERAWATAN MENGGUNAKAN RME (REKAM MEDIS ELEKTRONIK) BERDASARKAN TEORI TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Hoiriyah Arifa; Husnul Khotimah; Vivin Nur Hafifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58294

Abstract

Perkembangan informasi yang pesat di berbagai bidang telah menjadi fenomena di seluruh dunia pada zaman modern tidak terkecuali bidang Kesehatan. Salah satu contohnya ialah  penggunaan sistem informasi dalam perawatan Kesehatan,Tujuan utama dari perubahan penggunaan dari manual ke elektronik adalah untuk meningkatkan kualitas layanan dengan berbagi informasi antara penyedia layanan Kesehatan, meningkatkan dokumentasi perawatan pasien dan menghemat biaya, meningkatkan produktivitas dan dapat menjadi pengambilan keputusan tepat waktu, dan juga membawa dampak positif bagi kemajuan dibidang penyimpanan berkas atau arsip berkas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Yang bertujuan untuk mendalami dan memahami penerimaan perawat dalam pendokumentasian keperawatan menggunakan RME di Rs Rizani Paiton Probolinggo. Empat partisipan yang memenuhi kriteria. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam dan observasi. Analisa menggunakan Analisa colaizzi Penelitian ini menemukan bahwa perawat memandang RME membawa manfaat dan kemudahan bagi kualitas pendokumentasian keperawatan. Perawat menunjukkan sikap positif dan niat kuat untuk terus menggunakan walaupun masih banyak terdapat kendala. Secara kesuluruhan RME dapat membantu perawat membantu meningkatkan efektivitas kerja. Namun masih perlu adanya evaluasi untuk pengembangan RME kedepannya. Secara umum, perawat menerima penggunaan RME dalam pendokumentasian keperawatan dengan baik, didorong oleh persepsi manfaat dan kemudahan. Sikap positif dan pengalaman penggunaan aktual sehingga mendukung keberlanjutan implementasi RME di Rumah Sakit Rizani. Sekalipun system RME belum sempurna hal ini tidak menghalangi penerimaan RME dan pemakaian RME secara aktif.