Keselamatan pasien menrupakan salah satu indikator utama mutu pelayanan kesehatan yang dipegaruhi oleh ketepatan pemberian obat dari perawat. Medication error masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak serius terhadap kondisi pasien. Perawat memiliki tanggung jawab penting dalam menerapkan prinsip enam benar pemberian obat, yaitu benar pasien, benar obat, benar dosis, benar waktu, benar cara dan benar dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan ketepatan pemberian obat oleh perawat di Bangsal Marwah sebagai upaya meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan Teknik total sampling terhadap 16 perawat yang bekerja di Bangsal Marwah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berisi 20 item pertanyaan yang disusun berdasarkan indicator prinsip enam benar pemberian obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah melaksanakan prosedur pemberian obat dengan baik, terutama pada aspek pengecekan terapi, identifikasi alergi, pengecekan label obat, dan dokumentasi yang mencapai 100%. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang belum optimal, seperti pemberian obat oleh perawat yang menyiapkan sendiri (18,8%), identifikasi pasien dengan memanggil nama (62,5%), pengecekan kemampuan menelan (68,8%), ketepatan waktu pemberian obat (81,3%), serta dokumentasi segera setelah pemberian obat (68,8%). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa ketepatan pemberian obat oleh perawat sudah baik, namun masih terdapat kesenjangan pada beberapa indikator yang berpotensi meningkatkan risiko medication error. Selanjutnya pelatihan dan pengawasan yang berkelanjutan diperlukan untuk meningkatkan keselamatan pasien.