Zenitha Rahma
Program Studi Administrasi Kesehatan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumber Waras

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LITERATUR REVIEW : EVALUASI PELAKSANAAN TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BIDANG KESEHATAN DI PUSKESMAS Zenitha Rahma; Kustia Anggereni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58266

Abstract

Implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan di Puskesmas merupakan pilar utama dalam pemenuhan hak asasi dasar kesehatan masyarakat publik. Kendati regulasi teknis nasional sudah diatur secara kokoh melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2024, realitas empiris di tingkat akar rumput menunjukkan adanya variasi dan kesenjangan pemenuhan target indikator yang cukup kompleks. Penelitian ini dirancang secara sistematis dengan tujuan untuk menganalisis derajat ketercapaian target indikator pelayanan dasar kesehatan serta mengidentifikasi seluruh faktor determinan operasional yang menjadi penghambat di Puskesmas. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka kualitatif non-eksperimental dengan desain Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman diagram alir PRISMA. Proses penelusuran artikel ilmiah diakses melalui pangkalan data Google Scholar periode 2021–2026. Berdasarkan hasil uji kelayakan kriteria inklusi dan eksklusi ketat, diperoleh 5 artikel jurnal utama yang valid untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil sintesis naratif mengonfirmasi adanya dinamika fluktuasi capaian kinerja program yang bervariasi antar daerah. Meskipun beberapa wilayah berhasil menyentuh angka kumulatif tinggi hingga 94,26%, sebagian besar puskesmas secara konsisten gagal memenuhi target mutlak 100% pada indikator pelayanan esensial, seperti deteksi dini HIV, lansia, dan penderita hipertensi. Hambatan struktural utama dilaporkan berakar pada masalah manajemen internal, meliputi kelangkaan kuantitas staf, beban ganda akibat rangkap jabatan, keterbatasan anggaran daerah, serta minimnya logistik. Hambatan tersebut diperumit oleh faktor eksternal berupa rendahnya partisipasi aktif masyarakat. Kesimpulannya, pencapaian target SPM membutuhkan penguatan komunikasi lintas sektor dan pembenahan fungsi manajemen internal yang komprehensif.