Handono Fatkhur R
Fakultas Kesehatan, Universitas Nurul Jadid

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KONSELING KOGNITIF TERHADAP ACADEMIC ANXIETY DAN EMOTIONAL INTELLIGENCE PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL JADID Siti Qurrotul Fuady; Handono Fatkhur R; Ahmad Kholid Fauzi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58270

Abstract

Santri di pondok pesantren sering menghadapi tuntutan akademik ganda yang berasal dari pendidikan formal dan kegiatan kepesantrenan, sehingga berpotensi meningkatkan academic anxiety (kecemasan akademik) dan menurunkan emotional intelligence (kecerdasan emosional). Kecemasan akademik yang tinggi dapat mengganggu proses belajar, konsentrasi, serta kemampuan santri dalam mengelola emosi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui konseling kognitif yang membantu individu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih rasional dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling kognitif terhadap academic anxiety dan emotional intelligence pada santri di Nurul Jadid. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian berjumlah 84 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling, terdiri dari 42 responden pada kelompok intervensi dan 42 responden pada kelompok kontrol. Kelompok intervensi mendapatkan konseling kognitif, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terdapat pengaruh yang signifikan terhadap academic anxiety dan emotional intelligence setelah pemberian konseling kognitif dengan nilai p-value 0,000 (<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p-value 0,180 (>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perubahan yang signifikan. Disimpulkan bahwa konseling kognitif efektif dalam menurunkan kecemasan akademik dan meningkatkan kecerdasan emosional pada santri, sehingga dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi psikologis untuk mendukung kesehatan mental dan keberhasilan akademik di lingkungan pesantren