Nurwijaya Fitri
Institut Citra Internasional Kepulauan Bangka Belitung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN STIGMA TERHADAP PELAKSANAAN FUNGSI PERAWATAN KESEHATAN KELUARGA ODGJ DI RSJD Dr. SAMSI JACABOLIS KEPULAUAN BANGKA BELITUNG TAHUN 2025 Dwi Jeniska violita; Nurwijaya Fitri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58271

Abstract

Gangguan jiwa merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Orang dengan Gangguan Jiwa  membutuhkan peran dan dukungan keluarga yang memadai untuk mendukung proses pemulihan serta menurunkan risiko kekambuhan. Akan tetapi, keberadaan stigma yang masih berkembang di masyarakat, termasuk dalam lingkungan keluarga, sering kali menjadi hambatan dalam optimalisasi pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Tujuan:  penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan stigma dengan pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga pada ODGJ di RSJD dr. Samsi Jacabolis Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 88 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin dan teknik consecutive sampling. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik sebanyak 75 orang (85,2%), sedangkan 13 orang (14,8%) memiliki dukungan keluarga yang kurang baik dengan nilai p = 0,00. Selain itu, mayoritas responden menunjukkan tingkat stigma rendah sebanyak 63 orang (71,6%), sementara 25 orang (28,4%) mengalami stigma tinggi dengan nilai p = 0,00. Nilai p < 0,05 mengindikasikan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan stigma dengan pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga. Simpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan stigma terhadap pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga pada ODGJ. Dukungan keluarga yang optimal berperan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas perawatan, sedangkan stigma yang tinggi dapat menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan fungsi perawatan kesehatan keluarga.