Polusi udara merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia, yang berdampak signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas. Polusi udara dapat disebabkan oleh berbagai aspek seperti kegiatan industri, pembangkit listrik, musim kemarau, erupsi gunung berapi, dan pergerakan angin. Namun terdapat satu penyebab yang paling menunjang polusi udara adalah emisi kendaraan bermotor atau transportasi darat yang menyumbang emisi karbon monoksida (CO), sehingga memicu meningkatnya polusi udara. Menurut laporan World Health Organization paparan polusi udara menyebabkan sekitar tujuh juta kematian prematur setiap tahun, terutama akibat penyakit kardiovaskular, kanker paru, dan penyakit pernapasan kronis. Pada kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan, masalah pencemaran udara telah menjadi isu kesehatan masyarakat yang sangat mendesak. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa tingkat polusi udara di beberapa kota besar sering di atas nilai ambang batas yang ditentukan oleh WHO. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan dampak paparan polusi udara terhadap kesehatan manusia. Penelitian ini menggunakan metode review jurnal yang bersifat deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara paparan polusi udara dengan penyakit saluran pernapasan, penyakit kardiovaskular, dan keluhan pada mata. Mekanisme biologis yang mendasari hubungan tersebut meliputi stres oksidatif, inflamasi sistemik, disfungsi endotel, dan gangguan metabolik. Kesimpulannya, paparan jangka panjang terhadap partikel halus (PM₂.₅ dan PM₁₀) serta polutan gas seperti NO₂, SO₂, dan O₃ terbukti meningkatkan kejadian, progresivitas, dan mortalitas penyakit kronis.