Ishmah Mumtazah
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Airlangga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH KAMPANYE KESEHATAN MENTAL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PENCARIAN BANTUAN PADA REMAJA : TINJAUAN LITERATUR Ishmah Mumtazah; Ira Nurmala
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58286

Abstract

Kesehatan mental masih menjadi salah satu isu kesehatan global dan rentan terjadi khususnya pada kelompok remaja. Masalah lain muncul melihat rendahnya tingkat perilaku pencarian bantuan akibat stigma masyarakat serta kurangnya literasi dan pemahaman mengenai kesehatan mental. Sejalan dengan berkembangnya zaman, perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial menjadikan platform tersebut sebagai salah satu sarana potensial dalam penyebaran informasi serta kampanye kesehatan mental. Persebaran informasi di era digital melalui platform media sosial dinilai memiliki pengaruh yang signifikan pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kampanye kesehatan mental di sosial media terhadap perilaku pencarian bantuan pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tinjauan literatur dengan pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar dan Pubmed dalam rentang tahun 2021-2026. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dengan kesehatan mental, media sosial, dan perilaku pencarian bantuan. Didapatkan 9 artikel yang relevan dengan menggunakan metode penelitian studi kualitatif maupun kuantitatif pada berbagai platform di media sosial. Hasil kajian pada penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan potensi perubahan perilaku pencarian bantuan pada remaja namun terdapat kesenjangan di mana peningkatan pengetahuan tidak selalu berkorelasi linear dengan peningkatan perilaku pencarian bantuan. Media sosial memiliki potensi yang efektif sebagai instrumen edukasi awal, namun memerlukan integrasi dengan layanan kesehatan untuk mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata.