Dyani Pitra Velyani
Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa, Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN PSIKOTERAPI SUPORTIF PADA PASIEN SKIZOFRENIA PARANOID DI RAWAT INAP PSIKIATRI : TINJAUAN KASUS Ika Nur Fitriana; Dyani Pitra Velyani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58296

Abstract

Psikoterapi suportif adalah tatalaksana diadik yang menggunakan pendekatan langsung untuk mengurangi gejala dan mempertahankan perbaikan, memulihkan, atau meningkatkan harga diri, fungsi ego, dan keterampilan adaptif. Psikoterapi suportif efektif diberikan pada pasien dengan skizofrenia paranoid. Wanita 30 tahun dengan Skizofrenia Paranoid Episodik Berulang, perubahan perilaku muncul pertama kali saat usia 22 tahun dengan riwayat ketidakpatuhan pengobatan, kekambuhan, perawatan berulang, dan pernah mengalami durasi gangguan tanpa pengobatan selama beberapa tahun akibat pengetahuan kurang adekuat serta kepercayaan keluarga terhadap hal mistis. Pemberian tatalaksana multimodal berupa farmakologi dan psikoterapi suportif dilakukan pada pasien di rawat inap. Psikoterapi suportif dipilih dan dinilai sebagai modalitas psikoterapi yang tepat untuk pasien dengan skizofrenia. Dalam artikel ini, dijelaskan langkah berupa penilaian secara komprehensif untuk membuat formulasi kasus melalui pendekatan psikoanalitik, penetapan target sesuai masalah pasien, serta penggunaan beberapa teknik psikoterapi suportif. Didapatkan perbaikan pada skor total Positive and Negative Syndrome Scale (PANSS) lebih dari 50% pasca rawat inap, perbaikan tilikan, kemampuan mekanisme koping pasien lebih adaptif dalam mengelola rasa frustasinya, dan penurunan angka kekambuhan. Peran psikoterapi suportif mampu membantu pasien dengan skizofrenia paranoid membentuk aliansi terapeutik yang baik dengan terapi, mengurangi gejala klinis, meningkatkan self-esteem, memperbaiki fungsi ego, membentuk perilaku dan keterampilan yang lebih adaptif.