Achmad Jaelani Rusdi
D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan, Fakultas Sains dan Teknologi, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen Kesdam V/BRW, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SCOPING REVIEW: DETERMINAN KETIDAKLENGKAPAN DATA REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT Irish Zegenny mailuhuw; Untung Slamet Suhariyono; Achmad Jaelani Rusdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58309

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian rekam medis masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan di rumah sakit, baik pada sistem rekam medis manual, elektronik, maupun hybrid. Kondisi ini dapat memengaruhi mutu pelayanan kesehatan, kesinambungan pelayanan pasien, aspek hukum, serta kualitas data yang digunakan dalam pelaporan dan pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan determinan ketidaklengkapan rekam medis berdasarkan aspek sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta metode atau kebijakan rumah sakit. Penelitian menggunakan metode scoping review dan penelusuran artikel dilakukan menggunakan Google Scholar dan Research Rabbit dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi kemudian dianalisis dan dikelompokkan berdasarkan faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan rekam medis. Sebanyak 17 artikel terpilih dan digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor sumber daya manusia merupakan determinan yang paling dominan, ditemukan pada 16 dari 17 artikel yang dianalisis. Faktor tersebut meliputi rendahnya pengetahuan dan pemahaman petugas, kurangnya kepatuhan terhadap prosedur, tingginya beban kerja, serta keterbatasan jumlah tenaga kesehatan. Faktor sarana dan prasarana mencakup keterbatasan fasilitas pendukung, gangguan sistem informasi, dan kurang memadainya perangkat yang digunakan. Sementara itu, faktor metode meliputi belum optimalnya penerapan standar operasional prosedur (SOP), kurangnya monitoring dan evaluasi, serta lemahnya pengawasan terhadap pengisian rekam medis. Disimpulkan bahwa ketidaklengkapan rekam medis dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, dengan aspek sumber daya manusia sebagai faktor dominan. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sarana yang memadai, serta penguatan kebijakan dan pengawasan untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis dan mutu pelayanan kesehatan.
ANALISIS HUBUNGAN PEMAHAMAN MAHASISWA DIII RMIK TERHADAP JKN DENGAN KESIAPAN PKL Roro Putri Salsabella; Achmad Jaelani Rusdi; Lilik Afifah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58314

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menjamin pelayanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam pelaksanaannya, tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan (PMIK) memiliki peran penting dalam mendukung administrasi pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan JKN. Oleh karena itu, mahasiswa Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (DIII RMIK) perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai JKN sebagai bekal dalam menghadapi Praktik Kerja Lapangan. Namun, masih terdapat mahasiswa yang belum memahami JKN secara optimal sehingga dapat memengaruhi kesiapan mereka dalam melaksanakan PKL. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pemahaman mahasiswa DIII RMIK terhadap JKN dengan kesiapan Praktik Kerja Lapangan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Kampus III ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Tingkat III DIII RMIK yang akan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan sebanyak 41 mahasiswa. Penelitian ini diambil dengan cara Teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, selanjutnya data yang diperoleh dianalisis dengan uji korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pemahaman mahasiswa terhadap JKN berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 2,68, sedangkan kesiapan PKL berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 2,10. Hasil uji Kendall’s Tau-b menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,002 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,450 yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman mahasiswa DIII RMIK terhadap JKN dengan kesiapan PKL. Semakin baik pemahaman mahasiswa mengenai JKN, maka semakin tinggi pula kesiapan mahasiswa dalam menghadapi PKL.