I Made W Mahayasa
Divisi Onkoginekologi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, RSUD Provinsi NTB/Universitas Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROFIL PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DENGAN FAKTOR PEMBERAT DAN LUARAN MATERNAL DI RSUD PROVINSI NTB TAHUN 2023–2025: STUDI DESKRIPTIF RETROSPEKTIF Nindy Prawitasari; I Made W Mahayasa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.58408

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di dunia. Kondisi ini dapat berkembang menjadi preeklampsia berat dengan faktor pemberat yang berisiko menimbulkan komplikasi serius pada ibu maupun janin. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil pasien preeklampsia dengan faktor pemberat serta luaran maternal di RSUD Provinsi NTB periode 2023–2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional retrospektif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang didiagnosis preeklampsia. Sebanyak 188 pasien teridentifikasi, dengan 168 pasien memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis, sedangkan 20 pasien mengalami kematian akibat komplikasi preeklampsia. Analisis dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase karakteristik demografis, faktor klinis, faktor pemberat, serta luaran maternal. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia 20–35 tahun (70,2%) dan multigravida (62,5%). Sebagian besar persalinan dilakukan melalui sectio caesarea (89,3%). Faktor pemberat tersering adalah hipertensi berat ≥160/110 mmHg (66,1%), diikuti gejala neurologis (12,5%), edema paru (10,7%), trombositopenia (8,9%), peningkatan enzim hati (8,3%), HELLP syndrome (7,1%), dan peningkatan kreatinin (6,5%). Sebagian besar pasien tidak mengalami komplikasi maternal berat (81,5%). Kesimpulannya, hipertensi berat merupakan faktor pemberat paling dominan pada preeklampsia. Mortalitas maternal 10,6% menunjukkan kondisi ini masih berisiko tinggi, sehingga diperlukan early detection dan tata laksana optimal untuk menurunkan angka kematian.