Malnutrisi pada pasien rawat inap memerlukan intervensi gizi berupa diet tinggi energi tinggi protein (TETP). Selain itu, intoleransi laktosa dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal sehingga diperlukan alternatif formula enteral rendah laktosa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil modifikasi formula enteral berbahan kacang hijau (Vigna radiata L.) dan bubuk sari kacang kedelai (Glycine max L.) sebagai diet tinggi energi tinggi protein rendah laktosa untuk pasien dewasa dengan malnutrisi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan empat perlakuan, yaitu F0, F1, F2, dan F3. Penelitian dilaksanakan pada Januari 2026 di Instalasi Gizi Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel penelitian berupa 20 panelis terlatih yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi daya alir, daya terima, kandungan zat gizi, dan food cost. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran daya alir, uji organoleptik menggunakan formulir hedonik, perhitungan kandungan zat gizi menggunakan TKPI 2020, serta analisis biaya formula. Data dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki densitas energi 1,5 kkal/ml dan dapat digunakan untuk pemberian enteral. Formula F3 memiliki karakteristik terbaik berdasarkan kandungan energi, protein, daya alir, daya terima, dan efisiensi biaya. Uji organoleptik menunjukkan tidak terdapat perbedaan nyata antar formula (p>0,05). Formula enteral berbahan kacang hijau dan bubuk sari kacang kedelai berpotensi menjadi alternatif diet enteral tinggi energi tinggi protein rendah laktosa bagi pasien dewasa dengan malnutrisi.