Dismenore primer merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja dan dapat menyebabkan nyeri menstruasi, gangguan aktivitas sehari-hari, gangguan tidur, serta ketidaknyamanan fisik dan psikologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri menstruasi adalah Progressive Muscle Relaxation (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk melaporkan penerapan terapi PMR dalam menurunkan nyeri dismenore pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah remaja yang mengalami dismenore primer, dengan sampel satu orang remaja perempuan usia 17 tahun di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah perubahan tingkat nyeri dismenore setelah pemberian terapi PMR. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pengukuran nyeri menggunakan Visual Analog Scale (VAS). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan skor nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Terapi Progressive Muscle Relaxation dilakukan selama 20 sampai 30 menit, satu kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Setelah dilakukan penelitian terdapat penurunan intensitas nyeri setelah pemberian terapi PMR berdasarkan skor VAS. Responden melaporkan peningkatan kenyamanan, perasaan lebih rileks, serta perbaikan kualitas istirahat selama menstruasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Terapi Progressive Muscle Relaxation (PMR) efektif membantu menurunkan nyeri dismenore pada remaja dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis.