Kualitas tidur merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi remaja karena berperan dalam menjaga kesehatan fisik, fungsi kognitif, serta kestabilan emosionalSeiring perkembangan teknologi, penggunaan gadget di kalangan remaja semakin meningkat dan memberikan kemudahan dalam mengakses berbagai informasi, termasuk konten negatif seperti pornografi. Paparan konten pornografi melalui gadget diduga dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kebiasaan tidur remaja, seperti meningkatkan stimulasi otak, menunda waktu tidur, serta menurunkan kualitas tidur. Tingginya akses internet tanpa pengawasan yang memadai dapat memperbesar risiko remaja terpapar konten tersebut. Maka penting untuk mengkaji apakah paparan pornografi melalui gadget memiliki hubungan dengan kualitas tidur remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paparan pornografi melalui gadget dengan kualitas tidur remaja di Kota Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 282 siswa SMP Negeri 2 Bandar Lampung yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner paparan pornografi dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden tidak terpapar pornografi (63,2%), sedangkan 36,8% terpapar. Mayoritas responden memiliki kualitas tidur baik (94,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,057 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi melalui gadget dengan kualitas tidur remaja. Meskipun secara deskriptif remaja yang terpapar memiliki proporsi kualitas tidur buruk lebih tinggi, hubungan tersebut tergolong lemah (Cramer’s V = 0,142). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara paparan pornografi melalui gadget dengan kualitas tidur remaja di Kota Bandar Lampung, meskipun terdapat kecenderungan penurunan kualitas tidur pada remaja yang terpapar.