Mustamin Mustamin
Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN PRODUK “TAMBO” TUMPI-TUMPI IKAN BANDENG SUBSTITUSI WORTEL DALAM PENCEGAHAN BALITA STUNTING Nurul Fatuniyah; Mustamin Mustamin; Retno Sri Lestari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59176

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi pada balita yang berkaitan dengan kurangnya asupan zat gizi, terutama protein hewani. Pemanfaatan pangan lokal bergizi seperti ikan bandeng dan wortel dapat menjadi alternatif dalam pengembangan makanan tambahan untuk membantu pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk “TAMBO” tumpi-tumpi ikan bandeng substitusi wortel serta mengetahui daya terima dan kandungan gizinya sebagai alternatif pangan fungsional bagi balita. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan tiga formulasi, yaitu F1, F2, dan F3 berdasarkan perbedaan proporsi ikan bandeng dan wortel. Uji organoleptik dilakukan terhadap 50 panelis agak terlatih menggunakan metode purposive sampling. Parameter yang diuji meliputi aroma, rasa, dan tekstur menggunakan formulir uji hedonik skala 4 poin. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis serta uji lanjut Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi F1 merupakan formulasi yang paling disukai panelis dengan nilai rerata tertinggi pada aspek aroma, rasa, dan tekstur. Pada aspek tekstur terdapat perbedaan yang signifikan antar formulasi (p<0,05), sedangkan pada aspek aroma dan rasa tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p>0,05). Kandungan gizi produk per porsi (50 gram) yaitu energi 94,0 kkal, protein 5,4 gram, lemak 7,6 gram, dan karbohidrat 1,7 gram. Rekomendasi konsumsi sebanyak 110 gram per hari mampu memenuhi kebutuhan protein sebesar 108,2% dari standar makanan tambahan balita usia 12-23 bulan. Produk “TAMBO” berpotensi dikembangkan sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting pada balita.