Seorang wanita dengan profesi sebagaiĀ pekerja seksuaiĀ biasanya memiliki profesi lain yang bekerja pada bidang-bidang pekerjaan tertentu atau mempunyai pekerjaan utama lain dan secara tidak langsung menjajakan seks di tempat-tempat hiburan seperti pramupijat, pramuria bar atau karaoke. Tidak hanya itu, wanita pekerja seksual, mereka bekerja sebagai pekerja seksual hanya sambilan untuk menghabiskan waktunya. Desain penelitian menggunakan mix methode dilakukan survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah pekerja sex komersial sebanyak 65 orang dan informan penelitian sebanyak 5 orang Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data ditemukan ada pengaruh usia, ekonomi, terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular, dan tidak ada pengaruh pernikahan, kesadaran dan stigma masyarakat terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh usia, ekonomi, terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular, dan tidak ada pengaruh pernikahan, kesadaran dan stigma masyarakat terhadap persepsi pekerja sek komersial terhadap penyakit menular.Hasil kualitatif membuktikan bahwa pekerja seks komersial berawal dari pengaruh lingkungan, dan upaya perlindungan agar terhindar dari PMS selalu memeriksakan kesehatannya, mereka kerap mengalami deskriminasi sosial, Saran bagi pekerja seks komersial hendaknya selalu memriksakan kesehatan, dan harus berupaya mencari dukungan agar tidak lagi berprofesi sebagai pekrja seks.