Sri Naharindah Ningsih S.
Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS TATA KELOLA DAN PENGAWASAN PROGRAM MBG DI INDONESIA DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN KESEHATAN Sri Naharindah Ningsih S.; Dewi Purnamawati
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59297

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan status gizi dan kualitas sumber daya manusia, khususnya pada anak usia sekolah. Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pihak dan memerlukan tata kelola serta sistem pengawasan yang efektif untuk menjamin keamanan pangan, kualitas gizi, dan keberlanjutan program. Namun, berbagai permasalahan terkait koordinasi, pengawasan, dan implementasi masih ditemukan di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai tata kelola dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam perspektif manajemen kesehatan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2020–2026 melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Garuda. Seleksi artikel dilakukan menggunakan pedoman PRISMA melalui tahap identifikasi, skrining, kelayakan, dan inklusi. Berdasarkan proses seleksi tersebut, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata kelola dan pengawasan merupakan aspek utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Literatur yang dianalisis mencakup prinsip good governance, keamanan pangan, pengendalian mutu, koordinasi lintas sektor, serta kapasitas sumber daya manusia. Temuan juga menunjukkan adanya berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, ketidaksesuaian standar gizi, dan lemahnya pengawasan pada beberapa tahap pelaksanaan program. Secara keseluruhan, efektivitas tata kelola dan pengawasan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan MBG sebagai intervensi gizi publik yang aman dan berkelanjutan.