Muhammad Arifin Ramzy Lubis
Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR MANUSIA DALAM KECELAKAAN KERJA DI AREA PACKER INDUSTRI SEMEN MENGGUNAKAN KERANGKA HFACS (STUDI KASUS TAHUN 2023 – 2024) Andini Aisyah Putri; Mufti Wirawan; Muhammad Arifin Ramzy Lubis
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59509

Abstract

Kasus kecelakaan kerja di industri semen, khususnya area packer merupakan masalah serius yang dapat berdampak pada banyak hal termasuk produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja. Data menunjukkan bahwa kecelakaan kerja di area Packer Industri Semen PT X Tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 dan menjadi lokasi dengan frekuensi kecelakaan tertinggi selama 2024. Investigasi kecelakaan kerja dan tindakan perbaikan telah dilakukan, tetapi kecelakaan terus berulang. Hal tersebut karena terlewatnya analisis faktor manusia dalam proses investigasi kecelakaan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kontribusi faktor manusia berupa kondisi laten dan kegagalan aktif terhadap kecelakaan kerja di area packer PT X selama 2023-2024. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif analitik menggunakan metode Human Factor Analysis Classification System (HFACS). Penelitian ini menganalisis seluruh kasus kecelakaan kerja di area packer Group Head of Plant Operation PT X di tahun 2023-2024 yang berjumlah 6 kasus kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi laten memiliki kontribusi lebih besar dibandingkan kegagalan aktif. Faktor dominan meliputi organizational climate, organizational process, resource management, dan inadequate supervision yang teridentifikasi pada seluruh kasus. Sementara itu, kegagalan aktif paling dominan adalah decision error. Temuan ini menunjukkan bahwa kecelakaan kerja tidak hanya disebabkan oleh perilaku individu, tetapi juga dipengaruhi oleh kelemahan system organisasi. Oleh karena itu diperlukan penguatan system manajemen keselamatan kerja, peningkatan pengawasan, serta perbaikan prosedur operasional untuk mencegah terulangnya kecelakaan kerja.