Rudy Hartono
Pendidikan Profesi Dietisien, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DAYA TERIMA PUDING CUSTARD BERBASIS JAGUNG DAN SARI KEDELAI SEBAGAI ALTERNATIF PANGAN SELINGAN UNTUK BALITA RISIKO STUNTING Magfirah Buludawa; Mustamin Mustamin; Rudy Hartono
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.59779

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Pengembangan pangan selingan berbasis bahan pangan lokal bergizi merupakan salah satu upaya pencegahan stunting. Jagung dan kedelai berpotensi dikembangkan karena kandungan energi dan proteinnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya terima puding custard berbasis jagung dan sari kedelai sebagai pangan selingan bagi balita berisiko stunting. Penelitian ini merupakan eksperimen dengan rancangan Completely Randomized Design (CRD) menggunakan tiga formulasi: F1 (80 g: 380 mL), F2 (100 g: 360 mL), dan F3 (120 g: 340 mL). Uji daya terima dilakukan menggunakan skala hedonik 5 poin oleh 50 panelis semi-terlatih, kemudian dilanjutkan pada 30 ibu balita menggunakan skala hedonik 3 poin sebagai konsumen sasaran. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa formulasi F2 memiliki skor daya terima tertinggi (4,15) dibandingkan F1 (4,09) dan F3 (3,97). Uji statistik menunjukkan perbedaan tekstur yang signifikan (p=0,024), khususnya antara F2 dan F3 (p=0,005). Pada uji konsumen, 100% responden menyukai rasa dan aroma, 96,7% menyukai warna, dan 86,7% menyukai tekstur. Kandungan energi dan protein per porsi (45 g) formulasi F2 adalah 84,8 kkal dan 4,4 g berdasarkan perhitungan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Formulasi F2 (100 g jagung:360 mL sari kedelai) merupakan formulasi terbaik dan berpotensi dikembangkan sebagai pangan selingan berbasis pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting pada balita.