Angelica Priscilla
Program Studi Sarjana Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

POLA PEMAKAIAN BAHAN ALAM SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Angelica Priscilla; Fenny Yunita
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60127

Abstract

Bahan alam merupakan sumber daya yang berasal dari alam dan telah lama dimanfaatkan sebagai pengobatan maupun untuk menjaga kesehatan tubuh. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang menjadi penyebab morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia. Kanker payudara maupun terapinya sering menimbulkan berbagai efek samping sehingga banyak pasien mencari alternatif, salah satunya dengan menggunakan bahan alam. Penggunaan bahan alam pada pasien kanker payudara dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk budaya dan kepercayaan terhadap manfaat yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan, jenis bahan alam yang digunakan, alasan penggunaan, serta manfaat yang dirasakan oleh pasien kanker payudara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional yang dilakukan pada November–Desember 2025 pada pasien dan survivor kanker payudara. Subjek penelitian berjumlah 133 pasien kanker payudara. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis secara deskriptif menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penggunaan bahan alam pada pada pasien dan survivor kanker sebesar 44%. Kunyit putih merupakan bahan alam yang paling banyak digunakan. Alasan penggunaan yang paling sering dilaporkan adalah kepercayaan terhadap khasiatnya, sedangkan manfaat yang paling banyak dirasakan responden adalah merasa lebih bugar Kesimpulannya bahan alam cukup menjadi pilihan dalam terapi komplementer oleh pasien kanker payudara.