Farida Noor Irfani
Prodi D4 Teknologi Laboratorium Medis, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GAMBARAN TANDA KLINIS LEPTOSPIROSIS PADA PETANI DI KECAMATAN IMOGIRI KABUPATEN BANTUL BERDASARKAN DATA SEKUNDER PERIODE 2024 Nabila Nur Fadhila; Wantonoro Wantonoro; Farida Noor Irfani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60205

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan oleh bakteri Leptospira dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di negara tropis. Secara global, diperkirakan lebih dari satu juta kasus dengan angka kematian sekitar 58.900 per tahun (Rajapakse et al.,2025). Di Indonesia tercatat total 1.274 kasus leptospirosis pada tahun 2024 dengan 106 kematian (angka kematian 8,3%). Di Daerah Istimewa Yogyakarta, tercatat sebanyak 168 kasus dengan Kecamatan Bantul mencatat jumlah kasus tertinggi yaitu 72 kasus. Mayoritas kasus di Bantul pada tahun 2024 terjadi di Kecamatan Imogiri, di mana interaksi antara lingkungan pertanian dan kebiasaan penduduk menciptakan daerah berisiko tinggi penularan leptospirosis (Kemenkes RI, 2025; Rahmawati, 2025). Penelitian ini bertujuan menggambarkan tanda klinis leptospirosis di kalangan petani di kecamatan Imogiri, kabupaten Bantul tahun 2024. Penelitian bersifat deskriptif observasional menggunakan data sekunder dari laporan Penyelidikan Epidemiologi (PE) tahun 2024 mencakup sembilan kasus. Hasil menunjukkan bahwa leptospirosis didominasi oleh laki-laki terutama kelompok lansia (55,6%). Sebagian besar kasus tercatat di Sriharjo (33,3%). Gejala klinis yang paling umum meliputi nyeri betis, demam, sakit kepala, mual, ikterus, batuk, sesak napas, lesu dan kehilangan nafsu makan. Faktor risiko yang diidentifikasi termasuk aktivitas pertanian tanpa alat pelindung diri, kondisi perumahan yang tidak memadai dan kedekatan dengan tempat tinggal dengan sawah dan sumber air. Dari sembilan pasien, delapan (88,9%) sembuh dan satu (11,1%) meninggal. Kasus leptospirosis pada petani di Imogiri tahun 2024 didominasi oleh laki-laki lansia dan penduduk Sriharjo dengan gejala utama nyeri betis dan otot.