Promotor kesehatan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, advokasi, dan pemberdayaan. Efektivitas promosi kesehatan sangat dipengaruhi oleh kemampuan komunikasi tenaga kesehatan dalam menyampaikan pesan yang jelas, menarik, dan persuasif. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Padang masih mengalami kendala dalam berbicara di depan umum, seperti kurang percaya diri, kesulitan mengendalikan kecemasan, dan belum mampu menyampaikan pesan kesehatan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa melalui program Pelatihan Public Speaking for Health Promotor. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan pelatihan (Training Need Analysis), penyusunan silabus, pengembangan bahan ajar, pelaksanaan pelatihan selama tiga tahap, serta evaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 24, 28 dan 30 April 2026 dengan melibatkan 36 mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata peserta dari 2,41 pada pre-test menjadi 2,96 pada post-test atau meningkat sebesar 55%. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri, kemampuan membuka presentasi, menjaga kontak mata, mengendalikan kecemasan saat berbicara, serta kemampuan menyampaikan pesan kesehatan secara lebih efektif. Kegiatan pelatihan terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa sebagai calon promotor kesehatan. Program serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan promosi kesehatan.