Radiologi merupakan cabang ilmu medis yang memanfaatkan energi radiasi untuk kebutuhan diagnostik dan terapi. Salah satu pemeriksaan yang paling sering dilakukan di rumah sakit adalah pemeriksaan thorax proyeksi Posterior-Anterior (PA). Untuk menghasilkan kualitas radiograf thorax yang optimal, pengaturan faktor eksposi menjadi hal yang sangat krusial, salah satunya adalah pengaturan Focus Film Distance (FFD) atau jarak fokus ke film. Permasalahan dalam penelitian ini muncul dari perlunya meminimalkan distorsi guna mendapatkan informasi anatomis yang akurat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan informasi anatomis pada radiograf thorax proyeksi PA dengan variasi FFD, serta menentukan variasi FFD yang paling optimal dalam menghasilkan gambaran jantung yang paling mendekati bentuk objek aslinya. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain studi eksperimental. Sampel yang digunakan berupa hasil pemeriksaan thorax proyeksi PA dengan empat variasi FFD yang berbeda, yaitu 120 cm, 150 cm, 183 cm, dan 200 cm. Kualitas radiograf dari keempat variasi tersebut kemudian dinilai oleh tiga responden dokter spesialis radiologi menggunakan kuesioner informasi anatomis. Data penilaian yang terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis secara statistik menggunakan program SPSS melalui uji Kappa dan uji Friedman. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada informasi anatomis radiograf thorax proyeksi PA akibat variasi FFD. Berdasarkan penilaian para ahli, FFD 150 cm disimpulkan sebagai jarak yang paling optimal karena mampu menghasilkan gambaran jantung yang paling mendekati bentuk anatomi aslinya dengan tingkat distorsi minimal.