Ingriana Damayanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN FAKTOR PSIKOSOSIAL PADA PEREMPUAN USIA LANJUT DENGAN LATE-ONSET SCHIZOPHRENIA : LAPORAN KASUS Fajri Fadhillah Hidayat; Rivo Mario Warouw Lintuuran; Zahrah Zahira Indra Pasya; Siti Shafa Naila Fachrudin; Delima Fadhila Azzahra; Ingriana Damayanti; Angantya Viondhisa Hasnani
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.60484

Abstract

Late-onset schizophrenia (LOS) merupakan gangguan psikotik yang muncul setelah usia 40 tahun dan dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis, psikologis, maupun sosial yang saling berinteraksi. Artikel ini bertujuan melaporkan kasus LOS pada perempuan lanjut usia serta mengkaji faktor-faktor psikososial yang berperan terhadap perjalanan penyakitnya. Data dikumpulkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, kunjungan rumah, dan Rapid Geriatric Assessment (RGA) sebagai instrumen asesmen geriatri. Pasien adalah perempuan berusia 66 tahun dengan riwayat psikosis sejak usia 53 tahun, dengan gejala utama berupa halusinasi auditorik, waham paranoid, dan gangguan proses pikir yang menetap. Hasil pemeriksaan RGA menunjukkan fungsi kognitif dasar yang masih baik, adanya kemungkinan depresi, serta risiko malnutrisi yang memerlukan perhatian klinis. Asesmen psikososial mengungkap riwayat kesusahan bermakna, meliputi kehilangan anggota keluarga secara traumatis, kematian pasangan hidup, serta kecenderungan memendam emosi sebagai pola koping yang maladaptif. Di sisi lain, pasien memiliki sejumlah faktor protektif yang signifikan, antara lain dukungan keluarga yang aktif, tinggal bersama anak dan cucu, serta kemampuan melakukan aktivitas harian secara mandiri. Tatalaksana yang direkomendasikan mencakup terapi farmakologis, intervensi psikososial terstruktur, psikoedukasi bagi pasien dan keluarga, serta penguatan dukungan sosial. Kasus ini menegaskan pentingnya eksplorasi faktor psikososial secara menyeluruh dalam asesmen pasien LOS guna mendukung perencanaan tatalaksana yang komprehensif dan meningkatkan kualitas hidup pasien.