Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Roti Dengan Metode Statistical Quality Control di IRT. Jauharoh mohammadrosyidi, Moh Ririn Rosyidi
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 4 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v4i1.434

Abstract

Kualitas merupakan aspek yang sangat penting untuk kepuasan pelanggan, dalam memproduksi suatu barang pastinya perusahaan wajib mencermati mutu dengan tujuan keinginan pelanggan bisa terpenuhi oleh perusahaan. IRT. Jauharoh merupakan salah satu usaha yang bergerak dalam bidang pembuatan roti. Permasalahan yang ada di IRT. Jauharoh yaitu tidak adanya metode pengendalian kualitas sehingga menyebabkan produk roti sisir mengalami kecacatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab kecacatan dalam upaya mengendalikan kualitas produk roti sisir yang ada di IRT. Jauharoh. Metode analisis yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dan 5W + 1H. Adapun instrument pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan observasi lapangan di IRT. Jauharoh. Tahapan analisis data dimulai dengan membuat check sheet, histogram, peta kendali P, diagram pareto, fishbone diagram dan analisis menggunakan 5W + 1H. Dari penelitian ini jenis kecacatan yang ditemukan ada 3 jenis yakni cacat gosong sebanyak 494 pcs, kulit terkelupas sebanyak 307 pcs dan isian keluar sebanyak 384 pcs . Hasil analisis menggunakan peta kendali P menunjukkan bahwa proporsi kecacatan selama masa produksi masih dalam batas kendali yakni dengan nilai CL 0,0762, UCL 0,1081 dan LCL 0,0443. Diagram pareto memperlihatkan jenis kerusakan pada produk roti sisir yang paling dominan adalah pada jenis cacat gosong dengan persentase kecacatan sebesar 41,7%. Fishbone diagram menunjukkan penyebab kecacatan berasal dari faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Usulan perbaikan yang dapat dilakukan untuk mengurangi produk cacat yakni melakukan perbaikan mesin secara berkala dan membuat SOP yang sesuai dengan kebutuhan pembuatan roti sisir serta memonitoring dan mengevaluasi terkait SOP yang sudah dibuat serta melakukan training/pelatihan kepada para karyawan.
Analisis Persediaan Bahan Baku Produksi Roti Menggunakan Metode Economic Order Quantity mohammadrosyidi, Moh Ririn Rosyidi
Jurnal Ilmiah Teknik Unida Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Mitra Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/jitu.v7i1.973

Abstract

Persediaan bahan baku adalah sangat penting bagi perusahaan. UD. AA Bakery adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan yaitu Roti. Permasalahan pada UD. Bakery memiliki kendala stok bahan baku memiliki sisa atau kelebihan bahan baku. Tujuan penelitian ini ingin membantu agar dapat mengoptimalkan biaya UD. Bakery di penelitian ini menggunakan data persedian bahan baku Tepung terigu, gula, Margarin untuk produk roti yang di olah dengan perhitungan peramalan 12 periode atau 1 tahun kedepan dengan data pemakaian bahan menggunakan metode peramalan (time series) menggunakan Metode single exponential smoothing pada bahan baku Tepung nilai mape nilai eror 8,917, pada bahan baku Gula nilai mape nilai eror 8,9172, pada bahan baku Margarin nilai mape nilai eror 8,9172 dan metode Decomposition pada bahan baku Tepung nilai mape atau nilai eror 5,453, pada bahan baku Gula nilai mape nilai eror 5,5429, pada bahan baku Margarin nilai mape nilai eror 5,45291. Dari hasil kedua peramalan metode decomposition mendapatkan nilai mape lebih kecil atau nilai eror paling rendah, tahapan berikutnya pehitungan metode economic order quantity (EOQ) dengan hasil pada januari 2023 sampai desember 2023 UD.AA Bakery mengunakan metode economic order quantity (EOQ pada bahan baku tepung 755 kg, pada bahan baku gula 189 kg, dan pada bahan baku mentega 121 kg, untuk perhitungan safety stock pada bahan baku tepung 39 kg, pada bahan baku gula 10 kg, pada bahan baku margarin 6 kg, untuk perhitungan reoder point pada bahan baku tepung dengan hasil 61 kg, pada bahn baku gula 10 kg, pada bahan baku margarin 10 kg dan total inventory cost pada bahan baku tepung sebesar Rp. 37.494.937 , pada bahan baku gula sebesar Rp. 14.206.538, pada bahan baku margarin sebesar Rp. 16.966.941. Maka total biaya yang di butuhkan untuk 1 tahun kedepan sebesar Rp. 68.668.416.