Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGEMBANGAN PEMBANGUNAN PELABUHAN IKAN(PPI) TANAH BERU KABUPATEN BULUKUMBA Andre Chandra; Nurul Hijrah Bahar; Fadhil Julyardiansyah; Aqila Magfirah; Irianto Kande; Rakin Firas
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 4, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v4i1.19398

Abstract

AbstrakPelabuhan perikanan harus memiliki tujuan atau arah menuju pelabuhan yang bersih dan nyaman, dengan memilikifungsi sebagai pengendali lingkungan seperti kebersihan, keamanan, ketertiban, keselamatan kerja dan keindahan,termasuk di Pembangunan Pelabuhan Ikan (PPI) Tanah Beru. Konsep dasarnya adalah mencapai keseimbanganantara aspek ekonomi dengan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis 1) kondisi fasilitas PPI TanahBeru yang terkait dengan konsep pelabuhan berbasis ecoport, 2) kesesuaian kondisi PPI Tanah Beru dengan standarecoport, dan 3) menentukan strategi pengembangan Pembangunan Pelabuhan Ikan (PPI) Tanah Beru menujuecoport. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat survei. Metode analisis data menggunakananalisis tingkat pemanfaatan fasilitas pelabuhan, tingkat kelengkapan fasilitas pelabuhan, lingkungan fisik ekologi,dampak sosial dan ekonomi masyrakat, penanganan komoditas ikan (hasil tangkapan), pemantauan illegal fishing,kesesuaian PPI Tanah Beru terhadap rumusan standar ecoport dan pengembangan road map. Penelitian inimenghasilkan indeks ecoport sebesar 1,76 maka perlu adanya peningkatan, pada komponen kualitas perairanpelabuhan, tingkat kebersihan kawasan, kondisi penghijauan (aspek lingkungan fisik ekologi); pendapatanmasyarakat, penyerapan tenaga kerja (aspek dampak sosial dan ekonomi masyarakat); organoleptik, sistem rantaidingin (aspek penanganan komoditas ikan (hasil tangkapan); alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, pemantauanpenangkapan ikan oleh observer (aspek illegal fishing). Strategi pengembangan PPI Tanah Beru difokuskan padakomponen yang selama ini belum mencapai nilai maksimal, dari hal ini disusun dalam bentuk road map yangmeliputi rencana jangka pendek dan jangka menengah (pembangunan dan pengoperasian IPAL, pengerukan kolampelabuhan).Kata Kunci: analisis pengembangan; ecoport; PPI Tanah Beru
MEMINIMALISIR KERUSAKAN YANG DIAKIBATKAN OLEH PENGERUKAN DI PERAIRAN SPERMONDE DENGAN INSTALASI SILT CURTAIN Irianto Kande; Adhitya Arya Prayudha Kurniawan
Riset Sains dan Teknologi Kelautan Volume 6, Nomor 1, Tahun 2023
Publisher : Departemen Teknik Kelautan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62012/sensistek.v6i1.24262

Abstract

Makassar New Port adalah pelabuhan besar dikota Makassar yang dikelola oleh PT PELINDO IV, proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional serta telah memperoleh anilisis Dampak lingkungan (AMDAL), Pelabuhan ini termasuk kelas utama dan tersibuk di Indonesia Timur serta telah memenuhi standar keamanan internasional (International Ship and Port Security-ISPS Code) sesuai ketentuan International Maritime Organization (IMO). Total lahan untuk pembangunan Makassar New Port ini kurang lebih 1.428 hektar yang dimana sebagiannya adalah hasil dari reklamasi. Namun risiko dari pembangunan proyek ini menyebabkan rusaknya ekosistem pesisir akibat adanya kegiatan pengerukan pasir laut untuk melakukan reklamasi, serta dampak lain pengerukan pasir laut untuk pembangunan Makassar New Port ini juga berpotensi mengubah pola arus dan gelombang sehingga dapat mendorong terjadinya abrasi. Hal ini juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat pesisir yang dimana mata pencahariannya berhubungan langsung dengan laut khususnya di perairan Spermonde, meliputi perairan Galesong Raya dan Pulau Kodingareng. Maka dari itu untuk meminimalisir kerusakan yang diakibatkan oleh reklamasi, salah satu solusi terbaiknya adalah instalasi silt curtain yang dimana berfungsi untuk mengurangi tingkat kekeruhan air laut akibat konstruksi. Dengan solusi yang ditawarkan ini diharapkan agar ekosistem lautan di Indonesia tetap terjaga dan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan. Selain itu, dari masyarakat pesisir mampu memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa adanya gangguan.