Nakita Rio Deanova
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kenotariatan Di Indonesia: Peran Dan Tanggung Jawab Notaris Dalam Menjamin Kepastian Hukum Nor syamsudin Ali; Nakita Rio Deanova; Muhammad Irfan Hakim Qadlizaka
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1914

Abstract

Artikel ini mengkaji transformasi peran notaris di Indonesia sebagai gatekeeper dalam sistem hukum modern, khususnya dalam pencegahan tindak pidana pencucian uang. Notaris sebagai pejabat umum yang berwenang membuat akta autentik kini tidak hanya berperan sebagai pembuat dokumen hukum, tetapi juga sebagai lini pertahanan pertama dalam mencegah penyalahgunaan instrumen hukum untuk kepentingan pidana. Berlandaskan UU No. 8 Tahun 2010, PP No. 43 Tahun 2015, dan Permenkumham No. 9 Tahun 2017, notaris wajib menerapkan Prinsip Mengenali Pengguna Jasa (PMPJ), mengidentifikasi beneficial owner, serta melaporkan transaksi mencurigakan kepada PPATK. Namun, implementasinya menghadapi tantangan berupa konflik antara kerahasiaan jabatan dan kewajiban pelaporan, kesulitan mengidentifikasi pemilik manfaat, risiko dokumen palsu, dan transaksi nominee. Penguatan kompetensi, pengawasan, dan pemanfaatan teknologi informasi menjadi strategi kunci untuk mengoptimalkan fungsi gatekeeper notaris dalam menjamin kepastian hukum dan integritas keuangan nasional.
Analisis Hukum terhadap Praktik Arisan Tembak di Kecamatan Banjarmasin Selatan Nakita Rio Deanova
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i2.1943

Abstract

Praktik arisan tembak merupakan salah satu bentuk perkembangan arisan konvensional yang muncul sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan akses dana cepat di luar lembaga keuangan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik arisan tembak di Kecamatan Banjarmasin Selatan dari perspektif hukum, khususnya terkait keabsahan perjanjian, potensi wanprestasi, serta implikasi hukum pidana yang mungkin timbul. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis, yang mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta penerapannya dalam praktik masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arisan tembak merupakan bentuk perjanjian nonformal yang secara prinsip memenuhi syarat sah perjanjian, namun memiliki berbagai kelemahan secara substantif, seperti ketidakseimbangan posisi para pihak, kurangnya transparansi, serta potensi ketidakadilan dalam distribusi manfaat dan risiko. Selain itu, praktik ini memiliki potensi tinggi terjadinya wanprestasi akibat tidak adanya perjanjian tertulis dan lemahnya mekanisme pengawasan. Dari aspek hukum pidana, arisan tembak juga berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum apabila terdapat unsur penipuan, penggelapan, atau tindakan yang dilakukan dengan itikad tidak baik. Penelitian ini juga menemukan adanya kekosongan hukum dalam pengaturan arisan tembak, yang menyebabkan praktik tersebut berada dalam wilayah abu-abu dan belum memberikan kepastian serta perlindungan hukum yang memadai bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan regulasi, peningkatan literasi hukum, serta pengawasan yang lebih efektif terhadap praktik ekonomi informal seperti arisan tembak. Dengan demikian, diharapkan praktik ini dapat berjalan secara lebih adil, transparan, dan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum yang berlaku.