Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tata Kelola Manajemen Risiko Rumah Sakit dalam Perspektif Penguatan Layanan Publik Kesehatan Daerah Iwan Ariyanto, dr., MM
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 4 No 01 (2026): Juni 2026
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan layanan publik kesehatan daerah tidak cukup dilakukan melalui perluasan akses dan pembiayaan. Rumah sakit daerah juga memerlukan tata kelola risiko yang mampu menjaga mutu, keselamatan pasien, ketahanan operasional, dan kepercayaan masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis tata kelola manajemen risiko rumah sakit sebagai bagian dari penguatan layanan publik kesehatan daerah. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi dokumen, telaah kebijakan, dan survei primer kepada 35 responden dari unsur direksi, manajemen, staf pelayanan, tim mutu, dan tim manajemen risiko rumah sakit. Instrumen survei terdiri atas 30 item skala Likert yang mencakup enam dimensi tata kelola risiko dan 5 item penilaian strategis mengenai pengaruh tata kelola risiko terhadap layanan publik kesehatan. Hasil survei menunjukkan seluruh dimensi berada pada kategori tinggi. Rerata tertinggi terdapat pada pengalaman pasien dan aksesibilitas layanan sebesar 4,06, diikuti sistem tata kelola risiko rumah sakit sebesar 4,01, keselamatan pasien sebesar 3,97, risiko epidemiologis sebesar 3,94, kepemimpinan dan komitmen manajemen sebesar 3,90, serta ketahanan operasional sebesar 3,88. Nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,977 menunjukkan konsistensi internal instrumen yang sangat kuat. Temuan ini memperkuat argumen bahwa tata kelola manajemen risiko bukan sekadar perangkat administratif, melainkan fondasi untuk menjaga keselamatan pasien, kesinambungan layanan, mutu pelayanan, dan kepercayaan publik. Artikel ini menegaskan kebaruan berupa model tata kelola risiko multidimensi yang menghubungkan perluasan akses layanan, empat dimensi risiko utama, dan penguatan layanan publik kesehatan daerah