Pemalsuan dokumen kekayaan intelektual, khususnya sertifikat Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), merupakan permasalahan serius yang mengancam integritas sistem perlindungan inovasi di Indonesia. Penelitian ini mengembangkan dan menguji-coba sebuah prototipe sistem verifikasi dan penyimpanan nomor HAKI berbasis teknologi blockchain menggunakan jaringan Polygon sebagai infrastruktur utama. Jaringan Polygon dipilih karena merupakan Layer-2 solution yang secara teoretis menawarkan biaya transaksi (gas fee) hingga 99,9% lebih rendah dibandingkan Ethereum Layer-1, kecepatan pemrosesan blok hingga 6x lebih cepat (2-3 detik vs 12-15 menit), dan skalabilitas hingga 233x lebih tinggi (7.000+ TPS vs 15-30 TPS). Sistem memanfaatkan Smart Contract berbasis Solidity untuk mengotomatisasi proses pencatatan, validasi, dan verifikasi nomor HAKI secara terdesentralisasi. Pengujian deployment pada Polygon mainnet membuktikan bahwa transaksi pencatatan HAKI berhasil dieksekusi dan dikonfirmasi jaringan dengan biaya aktual di bawah $0,005 per transaksi, konsisten dengan estimasi efisiensi biaya hingga 99,9% dibandingkan Ethereum L1. Berdasarkan biaya per-transaksi terukur tersebut, proyeksi untuk skala operasional 100.000 HAKI/tahun menunjukkan potensi penghematan biaya operasional hingga 98,94% (dari estimasi Rp41,18 miliar menjadi sekitar Rp435 juta per tahun). Kontribusi utama penelitian ini adalah pengembangan dan pembuktian konsep (proof of concept) prototipe sistem verifikasi HAKI berbasis blockchain dengan optimasi Layer-2 yang telah diuji pada jaringan produksi (mainnet), analisis komparatif kuantitatif tentang keunggulan Layer-2 solutions dibanding Layer-1 untuk aplikasi document verification, dan rancangan arsitektur smart contract otomatis yang berpotensi mengeliminasi perantara dalam proses verifikasi dokumen. Pengujian pada volume transaksi skala besar serta pengukuran akurasi dan kecepatan verifikasi secara empiris pada kondisi operasional nyata masih diperlukan sebagai penelitian lanjutan sebelum implementasi penuh pada skala nasional.