Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab kecacatan dan kematian utama di dunia. Stroke iskemik merupakan subtipe stroke yang paling sering diderita. Pencegahan stroke iskemik dilakukan dengan menilai probabilitas terjadinya stroke iskemik seseorang dengan menggunakan Framingham stroke risk score. Faktor risiko lain untuk stroke iskemik yang perlu diperhatikan adalah penurunan kadar kolesterol HDL serum. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek pada penelitian terdiri dari 55 orang. Data karakteristik subjek yang ditunjukkan meliputi kadar kolesterol HDL serum dan berbagai faktor risiko dalam Framingham Stroke Risk Score disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Penelitian ini diikuti 55 subjek dengan rerata usia 66,54 ± 7,816 tahun. Subjek dengan kadar kolesterol HDL serum rendah didapatkan sebesar 56,36% dengan proporsi tertinggi terdapat pada perempuan. Rerata tekanan darah sistolik subjek penelitian adalah 143,47 ± 25,54 mmHg. Proporsi subjek dengan penyakit diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, hipertrofi ventrikel kiri, dan fibrilasi atrium tergolong rendah, sehingga rerata probabilitas risiko stroke iskemik yang didapatkan rendah yaitu 10,415%. Berdasarkan analisis Pearson didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara kadar kolesterol HDL serum dan Framingham stroke risk score (p>0,05). Kesimpulan: Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar kolesterol HDL serum tidak berkorelasi dengan Framingham stroke risk score.