Budianto
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Hidayatunnajah Bekasi

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM TAHFIDZ AL-QUR’AN DI SDIT ANNAJAH BEKASI: ANALISIS TANTANGAN PEMBELAJARAN TANPA PENGUATAN TAJWID Syifa Azqia; Afifah Octaviani; Alyaa Luthfi Nuur Haniifah; Budianto
Tashfiyatuna: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : STIT Hidayatunnajah Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67058/tashfiyatuna.v4i1.136

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Qur’anic tahfidz program and the challenges of tahfidz learning without tajwid reinforcement at SDIT Annajah Bekasi. The study is based on the importance of recitation quality in tahfidz learning, while some students still experience errors in pronunciation despite good memorization achievement. This research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The findings show that the tahfidz program was implemented through halaqah and talaqqi methods adjusted to students’ grade levels and cognitive development. However, challenges were found in students’ recitation quality, especially in applying tajwid rules, pronunciation accuracy of makhraj, and articulation of similar hijaiyah letters. The novelty of this study lies in its focus on tahfidz learning without structured tajwid reinforcement in Islamic elementary schools. The study concludes that tajwid reinforcement is important to balance memorization achievement and accurate Qur’anic recitation.
Implementasi Metode Talqin dalam Menghafal Al-Qur'an pada Siswa Kelas 1 SD Al Madinah Belimbing Syahla Aulia Zahra Syahla; Budianto
Tashfiyatuna: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : STIT Hidayatunnajah Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67058/tashfiyatuna.v4i1.142

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menjelaskan  penggunaan  metode  talqin  kepada  siswa  yang sedang  berada  pada  tahap  pra-literasi  Al-Qur’an di Rumah Tahfidz Al-Huda.  Sebanyak  10 siswa  yang  belum  bisa  membaca  Al-Qur’an diperhatikan selama tiga hari saat mereka menghafal Surah Al-Humazah. Penelitian ini dilakukan melalui observasi tanpa melibatkan wawancara.  Dalam  pelaksanaan  metode  talqin,  guru  membacakan  ayat  dengan  pelan, membagi  ayat  menjadi  beberapa  bagian,  dan  siswa  menirukan  bacaan  tersebut  secara berulang hingga mereka menguasainya. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode talqin  memberikan  kemudahan  bagi  siswa  pra-literasi  dalam  proses  menghafal.  Melalui pengulangan,  pembagian  ayat,  dan  bimbingan  langsung  dari  guru,  siswa  dapat  mengingat ayat meskipun mereka belum dapat membaca teks. Metode talqin terbukti efektif dan cocok untuk anak-anak yang masih bergantung pada pendengaran dalam menghafal Al-Qur’an.
UPAYA GURU DALAM MENJAGA KUALITAS HAFALAN SISWA MELALUI EVALUASI TAHFIZ AL-QUR’AN DI MTQ AS-SYIFA nurazizah; Nur Halimah; Raditya Pandita Maulana; Budianto
Tashfiyatuna: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : STIT Hidayatunnajah Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67058/tashfiyatuna.v4i2.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru dalam menjaga kualitas hafalan siswa melalui evaluasi hafalan Al-Qur’an di MTQ As-Syifa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru tahfizh dan enam siswa program tahfizh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjaga kualitas hafalan melalui evaluasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Evaluasi dilaksanakan empat kali dalam setahun melalui Penilaian Tengah Semester (PTS) dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Guru menetapkan Nilai Lulus Minimum (NLM) sebesar 95% serta memberikan ulangan bagi siswa yang belum mencapai target. Selain itu, metode Tahdhir, Itqon, dan Robth diterapkan untuk memperkuat hafalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi tahfizh berperan sebagai sarana penilaian sekaligus strategi peningkatan kualitas hafalan siswa.