Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI (NASI TIM) TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 8-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUJUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Muna, Nilnal; Nurbaiti, Lina; Cholidah, Rifana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Ketepatan usia pemberian MP-ASI dapat berpengaruh terhadap status gizi. Secara nasional, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu provinsi yang mengalami gizi buruk dan gizi kurang tertinggi. Penilaian masalah status gizi ini menurut WHO dapat diukur menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian MP-ASI (nasi tim) terhadap status gizi balita usia 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mujur Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu consecutif sampling dengan jumlah sampel 51. Uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Hasil: Pemberian MP-ASI (nasi tim) pada balita usia 8-12 bulan tidak berhubungan dengan status gizi balita dengan nilai (p ≥ 0,05). Hasil dari uji chi-square didapatkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan frekuensi, porsi, komposisi pemberian MP-ASI (nasi tim) dengan nilai p ≥ 0,05, sedangkan tingkat pendidikan berhubungan dengan frekuensi pemberian MP-ASI nasi tim (r = 0,95, p = 0,023). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan pemberian MP-ASI (nasi tim) terhadap status gizi balita usia 8-12 bulan.
Edukasi Rawat Luka Sederhana dan Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Pencegah Infeksi sebagai Sarana Peningkatan Pengetahuan Anggota PMR SMAN 7 Kota Kediri Wijayanti, Endah Tri; Herawati, Elysabet; Oktavia, Azdani Mayang; Wahyu, Siti Irma; Juwita, Anggelika Diah Ayu; Muna, Nilnal; Wulandari, Yestiana; Aryesi; Lestari, Putri
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026 (Dalam Proses)
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.357

Abstract

Penanganan luka yang baik dan higienis sangat penting untuk mendukung proses penyembuhan serta mencegah infeksi pada luka. Perawatan luka menggunakan tanaman herbal telah banyak dikembangkan karena kandungan senyawa aktif di dalamnya dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan mengurangi risiko infeksi. Contoh tanaman obat lokal yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Kediri, di antaranya adalah daun jarak dan daun binahong. Rawat luka merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki anggota PMR. Materi perawatan luka sederhana dan pernggunaan bahan herbal pencegah infeksi dalam rawat luka, jarang dibahas di PMR SMAN 7 Kediri. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi prinsip dasar perawatan luka, memberikan pengetahuan penggunaan herbal pencegah infeksi dalam perawatan luka dan meningkatkan keterampilan rawat luka sederhana untuk menghindari resiko infeksi bagi anggota PMR SMAN 7 Kediri. Kegiatan ini meliputi pelaksanaan pre-test, pemberian materi edukasi, demonstrasi, pembagian kelompok, dan praktek prosedur rawat luka sederhana dalam kelompok. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang tinggi, dibuktikan banyaknya pertanyaan yang muncul dari peserta. Kegiatan ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta, dibuktikan dengan antusiasme peserta dalam praktek rawat luka berkelompok.