Integrasi teknologi dalam pendidikan menawarkan efisiensi administrasi, namun sering kali memicu dinamika perilaku yang kontradiktif pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan Google Drive dibandingkan metode pengumpulan tugas langsung terhadap ketepatan waktu penyelesaian tugas Bahasa Indonesia siswa kelas XI-C SMAN 3 Malang, serta mengeksplorasi persepsi dan pengaruhnya terhadap minat mengumpulkan tugas. Menggunakan metode campuran, data penelitian dikumpulkan melalui asesmen diagnostik pra-pembelajaran Bahasa Indonesia, kuesioner kuantitatif, dan jawaban deskriptif kualitatif dari 31 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun mayoritas siswa (56,7%) mengakui kepraktisan dan fleksibilitas akses Google Drive, metode digital ini justru menurunkan kedisiplinan dan memicu perilaku prokrastinasi akibat besarnya distraksi gawai (46,6%). Sebaliknya, pengumpulan fisik dinilai lebih menenangkan secara psikologis (50%) dan efektif dalam menciptakan fokus karena adanya interaksi serta pengawasan langsung dari guru (40%). Fenomena kelalaian pengumpulan tugas di Google Drive tidak hanya terjadi pada materi yang kurang diminati seperti Karya Tulis Ilmiah (10%), tetapi tetap ditemukan pada materi yang sangat diminati seperti Drama (40%). Hal ini berkorelasi dengan profil siswa yang didominasi pembelajar sosial (76,7%) yang membutuhkan stimulan luring. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemudahan teknologi tidak otomatis meningkatkan disiplin tanpa adanya keterikatan interpersonal, sehingga disarankan penerapan metode pengumpulan campuran.