Ashabul Taufik
Pend. Teknologi Informasi, UniversitasIslam Makassar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DEVELOPING A REMOTE-CONTROLLED LIFE-SAVING BUOY AS INFORMATION TECHNOLOGY-BASED LEARNING MEDIA FOR MARITIME VOCATIONAL EDUCATION: AN ADDIE-BASED DESIGN AND USABILITY STUDY Siti Zulaikah; Welem Ada; Nurwahidah; Andi Muh Akbar Saputra; Ashabul Taufik
Education and Information Technologies Vol. 2 No. 1 (2026): Mei
Publisher : AAAPublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan vokasi maritim membutuhkan media pembelajaran yang mampu menghubungkan teori keselamatan, teknologi digital, dan praktik respons darurat yang autentik. Pelatihan pelampung konvensional umumnya masih terbatas pada prosedur pelemparan manual dan belum cukup memperkenalkan taruna pada komunikasi kendali jarak jauh, sistem propulsi, kesiapan telemetri, serta pengambilan keputusan penyelamatan berbasis teknologi. Penelitian ini mengembangkan dan mengevaluasi pelampung penyelamat kendali jarak jauh sebagai media pembelajaran berbasis teknologi informasi untuk pendidikan keselamatan maritim. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan kerangka ADDIE yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Prototipe mengintegrasikan sistem transmitter-receiver ExpressLRS 2.4 GHz, propulsi ganda, electronic speed control, dan bodi resin komposit. Evaluasi dilakukan melalui uji performa teknis dan uji penerimaan pengguna secara formatif yang melibatkan sepuluh instruktur maritim, awak kapal, dan taruna. Hasil menunjukkan waktu respons rata-rata 0,092 detik, kendali yang masih andal hingga 80 meter, serta daya tahan baterai 22-25 menit. Penerimaan pengguna memperoleh skor rata-rata 4,58 dari 5, dengan nilai tertinggi pada kecepatan respons dan keandalan sinyal. Temuan ini menunjukkan bahwa prototipe tidak hanya layak sebagai perangkat latihan penyelamatan dekat pantai, tetapi juga bernilai sebagai media project-based learning untuk memperkuat literasi keselamatan digital, berpikir sistem, dan pemecahan masalah terapan dalam pendidikan vokasi maritim. Namun, penelitian ini masih berupa evaluasi desain formatif sehingga perlu dilanjutkan dengan validasi ahli, pengukuran hasil belajar, dan uji laut terbuka.