Berutu, Cindy Henike
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS PADA LIRIK LAGU “TUHAN SEBUT SIA SIA” KARYA AMIGDALA Berutu, Cindy Henike; Simanjuntak, Dairi Sapta Rindu; Nababan, Liska Roada; Sihombing, Santa Gracia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1371

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis isi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah salah satu pendekatan linguistik, yaitu analisis wacana kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur wacana yang terdapat dalam lirik lagu “Tuhan Sebut Sia-sia” karya Amigdala menggunakan teori analisis wacana Van Dijk. Teknik dalam penelitian ini terdiri dari tiga teknik, yaitu teknik pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa struktur yang terdapat dalam lirik lagu “Tuhan Sebut Sia-sia” mencakup tiga struktur, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Struktur makro yang memuat unsur tematik menunjukkan bahwa lagu ini bertemakan tentang pengorbanan dalam hubungan yang tidak seimbang serta kesadaran akan kesia-siaan perjuangan. Superstruktur yang memuat unsur skematik menunjukkan adanya pengaturan alur wacana melalui repetisi lirik untuk menegaskan makna kekecewaan. Struktur mikro memuat unsur semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Unsur semantik menunjukkan adanya metafora penderitaan seperti “menuang cuka di atas luka” serta frasa “patah kaki” yang menggambarkan pengorbanan yang sia-sia. Unsur sintaksis memuat pola penggunaan kata ganti “aku” dan “kau” yang mempertegas relasi konflik personal. Unsur stilistik menunjukkan pemilihan diksi yang ekspresif dan emosional. Unsur retoris tampak melalui repetisi frasa “Tuhan sebut kita sia-sia” sebagai penegasan makna akhir dari hubungan tersebut. Penelitian ini juga membahas kognisi sosial dari pencipta lagu serta konteks sosial pendengar yang dapat merasakan relevansi dengan situasi hubungan yang tidak seimbang.