Fahrul Rizal
Universitas Muhammadiyah Palopo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pergeseran dan Pemertahanan Bahasa Tae' di Kecamatan Belopa: Analisis Sosiolinguistik Penggunaan Bahasa, Sikap Bahasa, dan Transmisi Antargenerasi Fahrul Rizal; Faisal Faisal
Tut Wuri Handayani : Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jkip.v5i2.2185

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena pergeseran dan pemertahanan bahasa Tae' di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Masalah utama yang dikaji adalah penurunan frekuensi penggunaan bahasa Tae' di ranah domestik dan komunitas serta belum terintegrasinya aspek penggunaan, sikap, dan transmisi antargenerasi dalam satu kerangka holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola penggunaan bahasa, mengukur sikap bahasa, dan merumuskan model revitalisasi berbasis komunitas. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografi sosiolinguistik, data dikumpulkan dari 25 informan kunci yang dipilih secara purposive dan snowball berdasarkan variasi usia dan latar belakang. Data dianalisis menggunakan empat tahapan etnografis Spradley (domain, taksonomi, komponensial, dan tema budaya) serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber/teknik dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran bahasa Tae' menuju bahasa Indonesia terjadi sangat masif, di mana ranah tetangga hanya mencatat 1,03% penggunaan bahasa Tae' murni dan ranah keluarga sebesar 8,2%. Meskipun sikap afektif masyarakat tergolong positif (loyalitas dan kebanggaan tinggi), hal ini tidak berbanding lurus dengan perilaku bahasa sehari-hari akibat ketiadaan literasi formal dan kuatnya tekanan bahasa Indonesia. Penelitian ini menghasilkan model empat pilar revitalisasi bahasa Tae' (domestik, komunitas, edukatif-struktural, dan digital) serta memberikan implikasi kebijakan strategis bagi pemerintah daerah. This study analyzes the shift and maintenance of the Tae' language in Belopa District, Luwu Regency, South Sulawesi. The primary issue addressed is the critical decline of Tae' language usage in domestic and community domains, along with the lack of an integrated framework connecting language use, language attitudes, and intergenerational transmission. The study aims to examine language selection patterns, measure language attitudes, and construct a community-based revitalization model. Employing a qualitative sociolinguistic ethnographic design, data were gathered from 25 key informants selected via purposive and snowball sampling. Data analysis was conducted using Spradley’s four-stage ethnographic framework (domain, taxonomic, componential, and cultural theme analysis), with data trustworthiness verified through source/method triangulation and member checking. The findings reveal a severe language shift toward Indonesian, where pure Tae' usage in neighborhood interactions stands at only 1.03% and family interactions at 8.2%. Although speech communities exhibit positive affective attitudes (high loyalty and cultural pride), these attitudes do not translate into daily practice due to a lack of formal literacy and strong socio-economic pressures from Indonesian. This study contributes a novel four-pillar revitalization model for the Tae' language and offers policy implications for local government language planning.