Kristy Nelwan
Universitas Multimedia Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Is Cultural Imperialism a Thing of the Past ? Kristy Nelwan
ULTIMA Comm Vol 3 No 2 (2011): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v3i2.199

Abstract

Teori imperialisme budaya yang menjadi topik hangat perdebatan sosial di skala internasional di awal tahun 1970-an pernah dituduh sebagai paradigma yang bertanggungjawab terhadap serangkaian eksploitasi dan kehancuran budaya di dunia ketiga yang dilakukan oleh negaranegara maju. Sejalan waktu, teori imperialisme budaya dianggap sudah usang dan tidak lagi relevan, terutama berkat sukses berkembangnya industri film lokal serta pemerataan pendidikan lewat jalur beasiswa. Selanjutnya, untuk mencapai keseimbangan dan mengisi kekosongan teori yang ada menyangkut relasi budaya antara dunia pertama dengan dunia ketiga, sejumlah konsep tandingan diusulkan untuk menggantikannya, misalnya dengan konsep globalisasi, atau imperialisme media, yang dianggap tidak berat sebelah. Akan tetapi, dengan menggunakan analisis wacana, penulis akan menunjukkan bahwa ide imperialisme budaya masih tertanam dalam konsep globalisasi, dan terus hidup hingga sekarang, meskipun dalam bentukbentuk yang lebih canggih dan terpoles, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa imperialisme budaya merupakan artefak masa lalu. Kata kunci: imperialisme budaya, globalisasi, imperialisme media.
Is Cultural Imperialism a Thing of the Past ? Kristy Nelwan
ULTIMA Comm Vol 4 No 2 (2012): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v4i2.208

Abstract

Teori imperialisme budaya yang menjadi topik hangat perdebatan sosial di skala internasional di awal tahun 1970-an pernah dituduh sebagai paradigma yang bertanggungjawab terhadap serangkaian eksploitasi dan kehancuran budaya di dunia ketiga yang dilakukan oleh negaranegara maju. Sejalan waktu, teori imperialisme budaya dianggap sudah usang dan tidak lagi relevan, terutama berkat sukses berkembangnya industri film lokal serta pemerataan pendidikan lewat jalur beasiswa. Selanjutnya, untuk mencapai keseimbangan dan mengisi kekosongan teori yang ada menyangkut relasi budaya antara dunia pertama dengan dunia ketiga, sejumlah konsep tandingan diusulkan untuk menggantikannya, misalnya dengan konsep globalisasi, atau imperialisme media, yang dianggap tidak berat sebelah. Akan tetapi, dengan menggunakan analisis wacana, penulis akan menunjukkan bahwa ide imperialisme budaya masih tertanam dalam konsep globalisasi, dan terus hidup hingga sekarang, meskipun dalam bentukbentuk yang lebih canggih dan terpoles, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa imperialisme budaya merupakan artefak masa lalu. Kata-kata kunci: imperialisme budaya, globalisasi, imperialisme media.