R. Masri Sareb Putra
Universitas Multimedia Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literary Journalism dan Perkembangannya di Indonesia R. Masri Sareb Putra
ULTIMA Comm Vol 2 No 1 (2010): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The new journalism or literary journalism is the new genre in the world of journalism. It is considered ‘new' because it is the hybrid of conventional journalism which takes the shape of inverted pyramid and uses the style of literature which applies literary elements and regulations. The elements and the literary style in this type of journalism can be strongly perceived. Thus, it is named ‘literary journalism'. This type of journalism has long been introduced to the United States of America by literary-journalist such as John Hersey, Tom Wolf, Norman Mailer, or Gay Talese. In Indonesia literary journalism began as early as when Tempo magazine supported by a number literary-journalist commenced to apply the narrative journalism. Kata Kunci: Literary journalism, jurnalistik sastrawi, jurnalistik, sastra, cerita, hibrida
Tradisi Hermeneutika dan Penerapannya dalam Studi Komunikasi R. Masri Sareb Putra
ULTIMA Comm Vol 4 No 1 (2012): ULTIMA Comm
Publisher : Universitas Multimedia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31937/ultimacomm.v4i1.431

Abstract

Tradisi  "Hermeneutika” sudah dikenal dalam mitologi Yunani lewat figur Hermes yang dikenal piawai menafsirkan pesan "dunia atas” atau realitas ontologis untuk disampaikan kepada manusia. Kemudian, Hermeneutika dipraktikkan para pakar untuk menemukan makna hakiki sebuah teks alkitab.Sekolah Frankfrut kemudian mengembangkan metode Hermeneutika sebagai cabang filasafat yang mencapai puncaknya pada Gadamar. Akan tetapi, hermeneutika baru menarik perhatian para pakar Amerika pada 1976.Di Indonesia, Hermeneutika belum banyak digunakan untuk studi komunikasi, padahal hermeneutika dapat membongkar makna yang terselubung di balik realtias yang ada di balik teks dan wacana secara radikal.