Drop tegangan merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada sistem distribusi tenaga listrik, terutama pada penyulang dengan panjang jaringan yang besar sehingga dapat menurunkan kualitas pelayanan tenaga listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas manuver Penyulang Mars terhadap recovery drop tegangan melalui Penyulang Neptunus pada sistem distribusi 20 kV PT PLN (Persero) ULP Tanjung Batu. Penelitian dilakukan pada sistem kelistrikan terisolasi (isolated system) dengan metode pengumpulan data jaringan, pelaksanaan manuver penyulang, simulasi aliran daya menggunakan ETAP, serta validasi menggunakan data realisasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang efektif Penyulang Mars berkurang dari 60 km menjadi 51,2 km setelah manuver. Berdasarkan simulasi ETAP, tegangan ujung Penyulang Mars meningkat dari 18,24 kV menjadi 18,56 kV dengan recovery tegangan sebesar 1,75%. Sementara itu, berdasarkan data realisasi lapangan, tegangan representatif meningkat dari 18,868 kV menjadi 19,241 kV dengan recovery tegangan sebesar 1,98%. Nilai drop tegangan berdasarkan data realisasi lapangan menurun dari 8,15% sebelum manuver menjadi 4,96% setelah manuver, sehingga kondisi tegangan setelah manuver telah memenuhi ketentuan SPLN 72:1987 yang menetapkan batas maksimum drop tegangan sebesar 5% pada sistem distribusi radial. Selisih recovery sebesar 0,23% menunjukkan bahwa hasil simulasi ETAP memiliki kesesuaian yang baik dengan kondisi aktual sistem distribusi. Dengan demikian, manuver penyulang terbukti efektif dalam memperbaiki profil tegangan dan meningkatkan kualitas penyaluran energi listrik pada Penyulang Mars.