Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN ANALISIS PRIORITAS MAHASISWA PERIKANAN Polaris Nasution; Alit Hindri Yani; Nabila Khairiyah Sitompul; Dhita Widhiastika; Muhamad Yogi Prayoga; Amraini Fitri; Erliantina Arridhaty Akita; Irwan Limbong; Isnaniah Isnaniah; Pani Meinaldi; Elbi Suprianto; Gracia Peace Br Manalu
J-DEPACE (Journal of Dedication to Papua Community) Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/jpkm.v9i1.247

Abstract

Pengambilan keputusan dalam pengelolaan perikanan melibatkan kriteria ekologi, ekonomi, sosial, dan kelembagaan yang sering kali memiliki tingkat kepentingan berbeda. Mahasiswa perikanan memerlukan keterampilan untuk mengubah persoalan tersebut menjadi urutan prioritas yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kemampuan analisis prioritas mahasiswa melalui pelatihan Analytical Hierarchy Process. Pelatihan merupakan bagian dari Workshop Peningkatan Kompetensi Mahasiswa Pemanfaatan Sumber Daya Perairan yang dilaksanakan selama tiga hari, 17–19 Juni 2026, di Ruang Atlantik dan Laboratorium Komputer Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Sebanyak 21 mahasiswa terdaftar sebagai peserta. Metode kegiatan menerapkan pelatihan partisipatif berbasis praktik melalui pemaparan konsep, demonstrasi, penyusunan hierarki, perbandingan berpasangan, perhitungan bobot, uji konsistensi, diskusi, pendampingan terarah, dan presentasi kelompok. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa seluruh tahapan pelatihan dapat dilaksanakan dan peserta mampu mengikuti latihan untuk merumuskan tujuan, kriteria, alternatif, bobot prioritas, serta rekomendasi pengelolaan perikanan. Evaluasi dilakukan melalui lembar praktik, pengamatan instruktur, dan presentasi karena skor tes awal dan tes akhir belum terdokumentasi. Pelatihan memperkuat pembelajaran aplikatif, sedangkan kegiatan lanjutan perlu menggunakan instrumen evaluasi kuantitatif dan pendampingan berbasis kasus nyata.