Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penyuluhan Pencegahan, Penanganan dan Pengendalian Penyakit Ternak Ruminansia Di Gapoktan Harapan Makmur, Rajabasa Jaya, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung Mettarani Dymia Euis Pefdini; Luh Putu Nadya Santika; Ajeng Aullia Martina
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 6 No. 4 (2026): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v6i4.2797

Abstract

Gapoktan Harapan Makmur merupakan kelompok tani ternak yang mengelola pemeliharaan sapi potong sebagai salah satu sumber ekonomi anggotanya. Pemeliharaannya berlangsung secara berkelanjutan namun masih banyak ditemukan adanya masalah kesehatan yang berdampak pada menurunnya produktifitas dan kinerja ternaknya. Salah satu masalah yang dihadapi peternak adalah rendahnya pengetahuan tentang penanganan, pengendalian dan pencegahan penyakit ternak ruminansia sehingga seringkali menyebabkan penanganan kesehatan ternak tertunda dan berakibat kerugian ekonomi. Cara yang dapat digunakan untuk mengembangkan pengetahuan peternak tentang pencegahan, pengendalian dan penanganan penyakit ternak adalah dengan melakukan kegiatan penyuluhan. Tujuan pengabdian masyarakat ini diantaranya memberikan pengetahuan tentang pencegahan, penanganan dan pengendalian penyakit ternak di GAPOKTAN Harapan Makmur, Kecamatan Rajabasa Jaya, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Penyuluhan juga bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan kesehatan ternak dan pencegahan paparan penyakit pada ruminansia. Metode yang digunakan adalah dengan pelaksanaan pre-test, penyampaian materi dan dilanjutkan dengan berdiskusi bersama peternak dan diakhiri dengan post-test. Hasil yang ditampilkan dalam persentase setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan dari 40.75% menjadi 87,75% yang menunjukkan rendahnya peningkatan pengetahuan peternak. Dengan adanya kemajuan teknologi, diharapkan peternak sudah mampu melakukan penerapan manajemen kesehatan ternak secara mandiri yang lebih terarah meliputi pencegahan, penanganan awal dan pengendalian penyakit ternak sehingga mampu meningkatkan produksi dan produktifitas ternaknya.