Andri A
Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Worklife Balance dan Budaya Organisasi terhadap Work Engagement dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi pada Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Sinjunjung Andri A; Almasdi Almasdi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.3474

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance dan budaya organisasi terhadap work engagement dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada personel Satuan Reserse Kriminal Polres Sijunjung. Penelitian dilatarbelakangi oleh tingginya beban tugas, tekanan profesional, tuntutan kesiapsiagaan, dan keterbatasan waktu personal yang dapat memengaruhi kesejahteraan serta keterikatan kerja personel. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Seluruh populasi sebanyak 36 personel dijadikan responden melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Partial Least Square melalui SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap work engagement dengan koefisien −0,279, nilai t 1,124, dan p 0,262. Budaya organisasi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap work engagement maupun kepuasan kerja. Work-life balance berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, tetapi memiliki arah negatif dengan koefisien −0,485, nilai t 3,647, dan p kurang dari 0,001. Kepuasan kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap work engagement serta tidak memediasi hubungan work-life balance dan budaya organisasi dengan work engagement. Nilai R-Square sebesar 0,242 pada kepuasan kerja dan 0,150 pada work engagement menunjukkan bahwa daya jelas model masih terbatas. Temuan ini menegaskan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif melalui pengelolaan beban kerja, dukungan psikologis, komunikasi dua arah, kepemimpinan partisipatif, kejelasan pengembangan karier, dan penguatan sumber daya pekerjaan untuk meningkatkan kepuasan serta keterikatan kerja personel.