Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesadaran Risiko dan Strategi Mitigasi dalam Aplikasi Dompet Digital: Perspektif Masyarakat Oki Herdiyanto; Ahmad Nursodiq; Muhammad Akhtar Hafiz Dwinov; Andi Ilham Nadjar Mustafa; Prima Prayoga Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4690

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemahaman masyarakat terhadap risiko keamanan dan strategi mitigasi dalam penggunaan aplikasi dompet digital pada aktivitas sehari-hari. Pertumbuhan transaksi nontunai menawarkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi, tetapi juga meningkatkan paparan terhadap phishing, penyalahgunaan kode OTP, kebocoran data pribadi, pengambilalihan akun, kesalahan transfer, serta kerugian akibat kelalaian pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Kegiatan penelitian dilakukan di wilayah Tangerang Selatan dengan melibatkan informan yang aktif menggunakan GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, dan LinkAja. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, sedangkan keabsahan temuan diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat telah mengenali risiko dasar, terutama penipuan yang meminta kode OTP dan tautan promosi palsu, tetapi pemahaman mengenai keamanan data, autentikasi berlapis, pengamanan perangkat, dan pengaturan privasi masih beragam. Strategi mitigasi yang paling sering diterapkan meliputi tidak membagikan PIN atau OTP, menggunakan kata sandi berbeda, memperbarui aplikasi, mengaktifkan verifikasi dua langkah, dan menghindari jaringan Wi-Fi publik. Namun, penerapan fitur keamanan lanjutan belum konsisten karena sebagian pengguna menganggapnya rumit. Temuan menegaskan perlunya edukasi keamanan digital yang berkelanjutan, peringatan aplikasi yang mudah dipahami, dan kolaborasi antara masyarakat, penyedia layanan, lembaga pendidikan, serta pemerintah untuk membangun transaksi dompet digital yang aman dan terpercaya.