Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas, Ukuran Perusahaan, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Bahan Baku di Bursa Efek Indonesia Periode 2022–2024 Siswita Br Sijabat; Anton A.P. Sinaga; Dimita H.P. Purba
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh likuiditas (Current Ratio), profitabilitas (Return on Assets), ukuran perusahaan (Ln Total Aset), dan pertumbuhan penjualan (Sales Growth) terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan Tobin’s Q pada perusahaan sektor bahan baku yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausalitas. Populasi penelitian berjumlah 113 perusahaan, dengan sampel sebanyak 35 perusahaan atau 105 observasi yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS versi 27. Hasil penelitian berdasarkan uji parsial (uji t) menunjukkan bahwa likuiditas, profitabilitas, ukuran perusahaan, dan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Selanjutnya, hasil uji simultan (uji F) juga menunjukkan bahwa keempat variabel independen tersebut secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,463 menunjukkan bahwa model penelitian mampu menjelaskan sebesar 46,3% variasi nilai perusahaan, sedangkan sisanya sebesar 53,7% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor keuangan internal perusahaan belum menjadi pertimbangan utama bagi investor dalam menilai perusahaan sektor bahan baku pada periode penelitian. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan investor lebih mempertimbangkan faktor eksternal, seperti kondisi makroekonomi, kebijakan pemerintah, serta dinamika pasar global, dalam menentukan keputusan investasi.