Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Preferensi Masyarakat dalam Penyaluran Zakat Memilih Taretan Lokal atau BAZNAS di Pamekasan Madura Alvin Raihandi; Gita Isnain Riski Agustin; Zainol Holis; Farahdilla Kutsiyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi preferensi masyarakat Pamekasan, Madura, dalam menyalurkan zakat serta mengidentifikasi alasan dominan masyarakat lebih memilih memberikan zakat secara langsung kepada taretan lokal (tetangga, kerabat, atau kiai) dibandingkan melalui lembaga formal seperti Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai fenomena sosial yang diteliti. Data kuantitatif diperoleh dari 100 responden wajib zakat melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi logistik biner, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam guna memperkuat hasil analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat (74%) lebih memilih menyalurkan zakat kepada taretan lokal secara langsung, sedangkan hanya 26% yang memilih menyalurkan zakat melalui BAZNAS. Rendahnya tingkat kepercayaan terhadap akuntabilitas lembaga pengelola zakat serta kuatnya pengaruh sosial dan budaya lokal menjadi faktor utama yang mempertahankan pola penyaluran tradisional tersebut di tengah perkembangan kelembagaan zakat modern. Di sisi lain, faktor kemudahan akses, pengaruh kiai, dan pemahaman agama tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pilihan penyaluran zakat. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pembentukan “Wadah Mandiri Desa” sebagai model integratif yang menggabungkan kearifan lokal dengan sistem pengelolaan zakat modern melalui kolaborasi antara kiai, akademisi, dan BAZNAS guna mendorong transformasi zakat konsumtif menjadi zakat produktif.