Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Internet Influence, Financial Technology, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Investasi dengan Literasi Keuangan sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Mahasiswa FEB Universitas Sumatera Utara) Wulan Permatasari; Dini Halimah; Isfenti Sadalia; Alwi Ihsan Nababan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Internet Influence, Financial Technology (Fintech), dan Persepsi Risiko terhadap Minat Investasi dengan Literasi Keuangan sebagai variabel mediasi pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda memperoleh informasi dan mengambil keputusan keuangan, sehingga faktor digital menjadi aspek penting dalam pembentukan minat investasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Uji Sobel dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Internet Influence dan Persepsi Risiko berpengaruh positif dan signifikan terhadap Literasi Keuangan maupun Minat Investasi. Sebaliknya, Financial Technology tidak berpengaruh signifikan terhadap Literasi Keuangan maupun Minat Investasi. Selain itu, Literasi Keuangan juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Minat Investasi. Hasil Uji Sobel menunjukkan bahwa Literasi Keuangan tidak mampu memediasi pengaruh Internet Influence, Financial Technology, dan Persepsi Risiko terhadap Minat Investasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa minat investasi mahasiswa lebih banyak dipengaruhi secara langsung oleh paparan informasi digital dan kemampuan individu dalam menilai risiko investasi dibandingkan melalui peningkatan literasi keuangan. Secara teoritis, penelitian ini mendukung integrasi Technology Acceptance Model (TAM) dan Theory of Planned Behavior (TPB) dalam menjelaskan perilaku investasi generasi muda. Secara praktis, hasil penelitian menegaskan pentingnya penguatan edukasi investasi berbasis digital dan peningkatan kemampuan analisis risiko yang aplikatif untuk mendorong minat investasi mahasiswa.