Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Asuhan Keperawatan pada Ny.C dengan Gangguan System Persyarafan Akibat Suspek Hypoxic Ischemic Encephalopathy dengan Penerapan Intervensi Suction di Ruang ICU Ardila R; Kusmiran E
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9547

Abstract

Hypoxic Ischemic Encephalopathy (HIE) merupakan cedera otak global akibat gangguan suplai oksigen dan perfusi serebral yang menyebabkan disfungsi neurologis, termasuk penurunan kesadaran dan gangguan fungsi respirasi. Pada pasien dewasa yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU), kondisi ini sering disertai penggunaan ventilator mekanik dan peningkatan risiko retensi sekret akibat menurunnya refleks proteksi jalan napas. Bersihan jalan napas tidak efektif menjadi salah satu diagnosis keperawatan prioritas yang memerlukan intervensi segera dan sistematis. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. C usia 70 tahun dengan diagnosis medis penurunan kesadaran suspek HIE di ruang ICU, dengan fokus pada penerapan intervensi suction dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, partisipasi aktif dalam pemberian asuhan, wawancara dengan keluarga dan tenaga kesehatan, serta studi dokumentasi rekam medis dan literatur ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa implementasi suction secara tepat dan sesuai standar operasional prosedur mampu meningkatkan patensi jalan napas, menurunkan jumlah sekret, mempertahankan stabilitas saturasi oksigen, serta mencegah komplikasi hipoksemia. Closed suction diprioritaskan karena pasien menggunakan ventilator mekanik dengan PEEP, sehingga metode ini lebih aman dalam mempertahankan oksigenasi dan stabilitas hemodinamik. Evaluasi selama empat hari menunjukkan tren perbaikan parameter respirasi secara konsisten. Asuhan keperawatan berbasis Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia (SDKI), Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) terbukti efektif dalam mendukung stabilisasi kondisi pasien kritis dengan suspek HIE.